Thursday, May 3, 2007

Ya Solat, Ya Haji ,
Ya Umroh
Ber-kali2 ..... Ya Korupsi !!!!


Negeri tetangga kita Republik indonesia , konon penduduknya nomer 4 sak dunia - setelah Cina, India, USA - Jumlahnya naudzubillah 220juta !. Wolungpuluh (80) persennya beragama Islam. Jadi negeri tetangga kita ini disebut juga Negeri Muslim Terbesar didunia- meskipun bukan negara Islam, tapi mayoritas ummatnya Islam.
Makanya tidaklah gumum bin heran, kalau rumah2 ibadat - masjid2- yang megah terdapat dimana2, dikampung dikota. Disetiapkantor Pemerintah maupun kantor2 Perusahaan Swasta, rasanya belum "sholeh" kalau tiak ada masjid - mushollanya.
Mobil2pejabat Pemerintah yang di Indonesiadisebut Birokrat, apapunmereknya - pasti digantungan tasbih pada kaca spion didalam mobilnya dan dijok belakangnya /tempat dudukbelakang terlempit "sajadah".
Pengajian2 , dikantor Pemerintah, paling tidak 1 minggu sekali pasti digelar. Pada bulan2 umroh atau bulan haji, mereka ramai2 pergi ke Tanah Suci. Bukan hanya sekali,bahkan berkali2.
Demikian juga pengajian/ kuliah subuh, hampir semua TV Indonesia memiliki progam pengajian dengan nama acara yang berbeda2. Yang tak kurang hebatnya , pembicara2 nya bersorban , berjenggot agar kelihatan kesalehannya . Setiap jadwal waktu sholat, adzanpun dikumandangkan .Progam acara dzikir jamai, tak kalah maraknya. Dilakukan secara khusuk, bahkan pakai menangis segala.
Tapi ternyata, atmosfir kesalehan tsb. tidak tampak dalam kesehariannya. Korupsi tetap marak. Bahkan dilakukan secara berjamaah. Korupsi tetap menjadi iqon Negeri tetangga kita. Sehingga predikat juaradunia Korupsi tetap disandang Indonesia. Dalam bahasanya orang2 IAIN keslehan rtualnya tidak dibarengi dengan kesalehan muamalahnya " Mengapa ?
Barangkali jawabannya .... mayoritas orang Indonesia masih sebatas sebagai orang ISLAM, belummenjadi orang yang ber IMAN. Sebagaimana Alloh jelaskan dalam Al Quran " ..... ketika orang2 Badui itu datang kepada Muhammad " Aku telah berIslam " Alloh menyuruh Muhammad menjawab, "benar engaku telah Islam /berserah diri tapi Engkau belum beriman karena Iman belum masuk dalamlubuk hatimu yang paling dalam ( Al Hujurat ).

Tuesday, May 1, 2007

Oh Pasar Sentelingku........!

P a s a r S e n t e l i n g

Saya mau ngobrol tentang kota saya, Kota Batik Pekalongan, tanah air ente dan ana !Bagi wong ngKalongan kuno ( lahir dibawah th 1960 ) pasti ingat Pasar Senteling. Pasar Legendarisnya kota Pekalongan. Letaknya ditengah2 kota, dijalan Sultan Agung. Gapuranya yang antik dengan arsitek khas Londo. Saya yang tinggal di Pekajangan ( 8 km dr Pekalongan), setiap hari libur Jumat pasti wisata ke Pasar Senteling. Biasanya dengan bersepeda "Jengki", sebelum ke Ps Senteling mampir dulu di Toko Buku Bapaknya Abdurahman Saleh Jaksa Agung, namanya Toko Buku Raja Murah, berdampingan dengan Toko Kopiah Raja Obral, dijalan Keplekan ( Hayam Wuruk).Wan Saleh,bapaknya Rahman Jaksa Agung ,orangnya hangat dengan kaos oblongnya Cap Lombok dan bersarung Fulikat Kotak Sembilan kita ngobrol ngalor ngidul ,sambil lihat2 buku . Setelah selesai biasanya tidak lupa mampir ke Toko Baljun ,toko Olah Raga dan Alat2 Musik , toko itu milik ayahnya Ama' Baljun yang dramawan itu..Wan Baljun sang Bapak , pemain legendaris Ps.Al Hilal, Tendangannya jangan tanyaklah. Sepertinya tendangannya Beckham yg sekarang polupler itu, (jangan2) meniru tendangannya Wan Baljun.Bahkan saking populernya "sekitan" / tendangan Wan Baljun, diabadikan dikaca tokonya dengan gambar Wan Baljun lagi "nyekit"/nendang bola. Sambil pakai sarung, biasanya Ama' Baljun sehabis pulang sekolah, menunggu tokonya dipojok Jalan Hayam Wuruk. Suatu ketika saya mau beli Guitar model ELPIS (Elvis), sambil Guitar itu saya pegang2 dan saya mainkan, Ama' Baljun bilang " Guitar ini suaranya masya Alloh, anda petik senarnya, gaungnya sampai Ps. Senteling....". Ngga Percaya ? Saya petik senarnya ente lari cepat ke Ps.Senteling " Kalau nggak sampai gaungnya nggak usah dibayar ! Hebat kan !"Setelah kedua toko itu kita kunjungi , barulah kita ramai2 menuju Ps.Senteling. Pasar yang indah , artistik yang menyimpan sejuta kenangan.Dipasar yg artistik dan nyaman itu, puluhan makanan khas Pekalongan tersedia. Taota ayam Pak Jo, Taoto Tjarlam, Gado2 Amat, Lontong Ngglebed Pak Nur, Gado2 asli Pekalongan Pak Tarjo, Lontong Ayam Pak Badrun....... Kios2 batiknya juga ngangeni. Kios Batik dan Sarung Kaji Tuhri, Babah Mbing, Tukang harloji dan kocomoto Mastur. Sambil ngisep rokok Sukun biasanya kita ngobrol dikios2, sambil lihat lalu lalangnya orang dipasar. Dan tidak lupa biasanya kita nonton permainan Ularnya Kassan, penjual obat.
Kenangan indah itu tamatlah sekarang. !!Atas nama moderenitas Pemkot Pekalongan membuldozer Pasar Senteling (2000). Ratusan pedagang2 kecil terputus mata rantai marketnya. Padahal mata rantai marketnya dibangun oleh mereka bukan 1-2 tahun tapi puluhan tahun. Sehingga kalau kita mau belanja batik atau sarung, pastilah sudah tau dan langsung ketempatnya Pak Haji Tuhri atau Babah Mbing. Fanatisme pelanggan inilah yg mereka bangun puluhan tahun. Tp ya itu tadi karena katanya demi moderenitas, pasar sudah kumuhlah dll. pasar legendaris itu perlu dan penting untuk dirobohkan. Masalah ini menjadi "penyakit" Walikota/Bupati dimana2, bahwa apabila, jikalau akan habis masa jabatannya, ditangunggung dan pasti dibangun Mall, katanya tuntutan jaman (yang bener aja ) moderenitas atau komisi ? Contoh kasus banyak hal ini terjadi di Jawa Tengah.Mereka lupa, bahwa policy itu mendholimi pedagang2 pasar yang berada didalamnya.Sekarang ? kita tidak tahu lagi dimana kiosnya H.Turi, Babah Mbing, Opor Ayam Badrun. Mereka tergusur, karena tentu saja tidak mampu nebus kiosnya. ,bahkan sekarang 1400-an kiosnya tutupLengkaplah sudah "derita" saudara2 kita warga Pasar Legendaris Senteling, mereka pada mrebes mili. Oh... Sentelingku .... !