Saturday, May 26, 2007

Sama Tapi Tidak Serupa :
Antara Rohmin Hood d/h Rohmin Dahuri
dan Robin Hood.


Sampeyan tau kan Robin Hood ? Itu lho jagoan di Film. Biasa disebut Lakone. Menangan dan hobbynya pake pedang. Sing jelas, dia bukan wong Sampangan atau wong Noyontakan. Aslinya Wong Nggambaran. Wong Bioskop. Dia itu wong hebat. Tukang ngrampok duitnya orang2 kaya., kemudian dibagikan kepada “orang2 miskin yang papa "

Lha Rohmin Dahuri ?

Asli Tjribon. Keluarganya nelayan. Tentu saja bukan anak alang2. Katanya anak yang soleh. Ibadahnya sregep. Tukang kasih ceramah agomo. Masih muda, pinter. Gelarnya saja Prof.DR, bukan Profesi Dalam Rohani lho alias dukun. Ahli kelautan. Sebelum jadi Menteri, dulu jadi Dirjen jaman Menterinya Sarwono Kusuma Atmaja . Waktu Mbakyu Megawati jadi Presiden dan kepincut, maka diangkatlah Rohmin jadi Pak Menteri Kelautan Dan Perikanan (DKP).

Rohmin ngumpulan duit dari “pemotongan “Dana Anggaran yang sebetulnya diperuntukkan untuk Masyarakat Nelayan. Tidak seperti Robin Hood, yang pakai pedang, Rohmin pake SK . Dan hasil “rampokannya” itu, dia bagi2kan bukan kepada “orang2 miskin papa”, tapi kepada “orang2 kaya politisi, calon2 Presiden” dan sebagaian untuk dirinya sendiri.

Jadi sama tapi tak serupa kan ? Si Robin Hood ngrampok orang2 kaya, hasilnya untuk orang2 miskin, kalau Rohmin, orang2 miskin “disunat” , hasilnya untuk orang2 kaya.

Karena sama , walaupun beda, barangkali Rohmin tidak salah kalau namanya dirubah

biar sedikit keren , jadi “Rohmin Hood.” .

Ya Amien : Kenapa Tidak Kau Katakan “ No, Thank’s “
Ya Kenapa, kenapa ? !


Suatu malam yang dingin di disudut Kota Washington, tepatnya disebuah Restaurant, Amien Rais, Bara Hasibuan (orang PAN yg kemudian hijrah ke PKB ), Frank Tiara (Lawyer ) , dan Mr. Woolfowitz ( Deputy Menhan US), bersantap malam. Tentu saja bukan makan malam dg Segomegono atau Garangasemnya Masduki, atau Nasi Uwetnya Zarkasi. Dan disela2 makan malam, yg tentu saja ngobrol ngalur ngidul, tiba2 Mr. W bilang sama Amien Rais, kayaknya kayak gini ngomongnya “ Mr Amien, pigimana kalau ada sebuah LSM Amerika , pengin mbantu keuangan sama Partainya Pak Amien. Pak Amien bisa terima nggak “ Jawab Amien tegas dan terang benderang “ Mr W…. NO ! Thanks.” Dan minta pembicaraan seperti itu disclose saja. No ! Thanks .

Demikian pengakuan Amien Rais dalam diskusi di Forumnya Sugeng Yaadi sorry, Sugeng Sarjadi Forum di Q TV.. Orang Kajangan kalau nyebut Bapaknya Sugeng memang Yaadi, bukan Sarjadi. Dasar Nkajangan !

Suatu sore ( entah dirumah Jogya atau di rumah Gandaria Kebayoran Jakarta ) , melalui suruhannya, Rohmin Dahuri, “ titip cek“ untuk sedikit mbantu Tim Suksesnya dalam memenangkan AR dalam lomba Pilpres . Jumlah totalnya Rp 600 juta.

Demikian pengakuan Didi, Kabag Umum DKP-nya Rohmin. meskipun AR ngaku hanya 200 juta. Yang benar siapa, nggak taulah . Yang tau Gusti Alloh.

Yang bikin heran . kenapa AR tidak bilang seperti waktu makan malam sama Mr W di Washington ? No, Thanks. Kok malah diterima dan kayaknya dibarengi dengan kata2 “alkhamdulillah “. Aneh kan ? Dan seharusnya AR tau, bahwa terima uang bantuan untuk Pilpres max hanya boleh 100 juta.

Dan cilakanya, kenapa kok baru “ ngaku” setelah Didi nyanyi di sidang Pengadilan ? Kok ngga dulu2. Wah bingung saya.

Pendapetnya sampeyan gimana ? Lha kalo Didi nggak nyanyi, apa AR kira2 mau ngaku ?

Dimedia sikap jujur AR diacungi jempol !

Saya yang wong nDeso kok tambah malah bingung.